BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang
Perkembangan
manusia modern muncul sejak beberapa ratus ribu tahun terakhir. Secara tidak
sadar kita telah memengaruhi sistem bumi dengan menggunakan energi yang
menyebabkan polusi. Penambahan populasi menambah beban kebutuhan semakin
meningkat. Peradaban manusia dalam perkembangan evolusi budaya dan adaptasi
biologis dimulai setelah ditemukannya api sebagai alat untuk memenuhi berbagai
keperluan dan keinginan. Dalam pandangan islam sebagai rahmatan seluruh alam
semesta, memandang manusia sebagai wakil Allah SWT di atas bumi. Evolusi budaya
manusia akan membawa kepada perubahan lingkungan awal secara global. Mobilitas
yang dilakukan atas alasan apapun telah menjadi penomena penting yang menandai
terbukanya isolasi-isolasi rutinitas ke kehidupan di berbagai belahan dunia.
Awal kelahiran modernisme merupakan sebuah proses revolusi peradaban tentang
cara pandang manusia terhadap realitas.
1.2.Rumusan
masalah
a. Bagaimana
evolusi dan wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya?
b. Bagaimana
dinamika peradaban global?
c. Bagaimana
problematika peradaban pada kehidupan manusia?
1.3.Tujuan
a. Dapat
mengetahui proses evolusi dan wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya
b. Dapat
mengetahui proses dinamika peradaban global
c. Dapat
mengetahui problematika peradaban pada kehidupan manusia
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1.
Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya
Evolusi
kebudayaan ini berlangsung sesuai dengan perkembangan budidaya atau akal
pikiran manusia dalam menghadapi tantangan hidup dari waktu ke waktu. Proses evolusi
untuk tiap kelompok masyarakat di berbagai tempat berbeda-beda, bergantung pada
tantangan, lingkungan, dan kemampuan intelektual manusianya untuk
mengantisipasi tantangan tadi. Peradaban manusia dalam perkembangan
evolusi budaya dan adaptasi biologis dimulai setelah ditemukannya api sebagai
alat untuk memenuhi berbagai keperluan dan keinginan. Perkembangan berikutnya
menunjukan bahwa evolusi budaya lebih mendominasi adaptasi biologis manusia
terhadap lingkungan manusia. Terlebih lagi ketika perkembangan teknologi
sebagai bagian dari perkembangan budaya yang paling menonjol. Akibat kemajuan
yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikan manusia kurang
menyadari pentingnya adaptasi terhadap lingkungan alam. Dalam pandangan islam
manusia sebagai wakil Allah SWT diatas bumi dan secara eksplisit Al-Qur’an menegaskan “sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang wakil (khilafah) di muka bumi (al-Baqarah:30).
Masa
dalam kehidupan manusia dapat kita bagi dua, yaitu masa prasejarah (masa
sebelum manusia mengenal tulisan sampai manusia mengenal tulisan) dan masa
sejarah (masa manusia telah mengenal tulisan). Data-data tentang masa
prasejarah diambil dari sisa-sisa dan bukti-bukti yang digali dan
diinterpretasi. Masa sejarah bermuda ketika adanya catatan tertulis untuk
dijadikan bahan rujukan. Penciptaan tulisan ini merupakan satu penemuan
revolusioner yang genios. Bermula dari penciptaan properti dan lukisan objek,
seperti kambing, lembu, wadah, ukuran barang, dan sebagainya; diikuti dengan
indikasi angka; kemudian diikuti simbol yang mengindikasikan transaksi, nama,
dan alamat yang bersangkutan; selanjutnya simbol untuk fenomena harian,
hubungan antara mereka, dan akhirnya intisari, seperti warna, bentuk, dan
konsep.
Ada
dua produk revolusioner hasil dari akal manusia dalam zaman prasejarah, yaitu:
a. Penemuan roda untuk transportasi, pada mulanya roda digunakan hanya untuk
mengangkat barang berat di atas sebuah pohon. Kemudian, roda disambung dengan
kereta, lalu berkembang menjadi mobil seperti saat ini.
b. Bahasa adalah suara
yang diterima sebagai cara untuk menyampaikan pikiran seseorang kepada orang
lain. Ketika tanda-tanda diterima sebagai representasi dan bunyi-bunyi arbitrer
yang mewakili ide-ide, masa prasejarah pun beralih ke masa sejarah tertulis.
Ada
dua pendekatan untuk membagi zaman prasejarah, yaitu:
1. Pendekatan
berdasarkan hasil teknologi, terdiri dari zaman batu tua (paleolitikum), zaman batu tengah/madya (Mesolitikum), dan zaman batu baru (Neolitikum)
2. Pendekatan
berdasarkan model social ekonomi atau mata pencaharian hidup yang terdiri atas:
a. Masa berburu dan mengumpulkan makanan, meliputi masa berburu sederhana (tradisi Paleolit) dan masa berburu tingkat lanjut (tradisi Epipaleolitik).
b. Masa
bercocok tanam, meliputi tradisi Neolitik dan Megalitik.
c. Masa kemahiran teknik atau perundagian, melliputi tradisi semituang besi.
Manusia
berkembang dari homo menjadi human karena
kebudayaan dan peradaban yang diciptakannya. Sedangkan untuk sejarah kebudayaan
di Indonesia, R. Soekmono (1973), dibagi menjadi empat masa, yaitu:
1. Zaman prasejarah, yaitu
sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai kira kira abad ke-5
masehi.
2. Zaman
purba, yaitu sejak datangnya
pengaruh India pada abad pertama Masehi sampai dengan runtuhnya Majapahit
sekitar tahun 1500 Masehi.
3. Zaman
madya, yaitu sejak datangnya
pengaruh Islam menjelang akhir kerajaan Majapahit sampai dengann akhir abad
ke-19.
4. Zaman
baru/modern, yaitu sejak masuknya anasir
Barat (Eropa) dan teknik modern kira-kira tahun 1900 sampai.
Wujud
dari peradaban dapat berupa :
1. Moral
: nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.
2.
Norma : aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu
benar atau salah, baik atau buruk.
3. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk
yang menjadi pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa
juga diartikan sebagai etiket, sopan santun
4.
Estetika : berhubungan dengan segala
sesuatu yang tercakup dalam keindahan, mencakup kesatuan (unity), keselarasan
(balance), dan kebalikan (contrast)
2.2. Dinamika Peradaban
Global
Peradaban tidak lain
adalah perkembangan kebudayaan yang telah mendapat tingkat tertentu yang diperoleh
manusia pendukungnya. Taraf kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu
tercermin pada pendukungnya yang dikatakan sebagai beradab atau mencapai
peradaban yang tinggi. Jadi, evolusi kebudayaan bisa mencapai sampai pada taraf
tinggi yaitu: peradaban.
Peradaban
merupakan tahapan dari evolusi budaya yang telah berjalan bertahap dan
berkesinambungan, memperlihatkan karakter yang khas pada tahap tersebut, yang
dicirikan oleh kualitas tertentu dari unsur budaya yang menonjol, meliputi
tingkat ilmu pengetahuan, seni, teknologi, dan spiritualitas yang tinggi.
Sebagai contoh, peradaban Mesir Kuno tercermin dari hasil budaya yang tinggi
dalam sosok bangunannya (piramid, obeliks, spinx) yang terkait dengan ilmu
bangunan, tulisan, serta gambar yang memperlihatkan tahap budaya. Contoh
lainnya, tentang peradaban Cina Kuno, yang juga menampakkan tingkat ilmu
pengetahuan dan teknologi tinggi dalam hal tulisan yang menjadi ciri budaya
setempat. Peradaban kuno di Indonesia menghasilkan berbagai bangunan seni yang
bernilai tinggi, seperti Candi Borobudur, Prambanan, dan lain-lain.
Peradaban
bangsa di Indonesia dimulai sejak masa kemahiran teknik atau zaman perundagian.
Zaman perundagian terdiri dari dua masa, yaitu tradisi seni tulang perunggu dan
tradisi tuang besi. Meskipun saat itu masih zaman prasejarah (masa sebelum
mengenal tulisan), namun telah mengenal teknologi terbatas dan sederhana, yaitu
pada upaya pemenuhan peralatan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia dalam
kehidupannya yang sudah mulai menetap.Di
Indonesia, penggunaan logam sudah mulai dikenal beberapa abad sebelum masehi.
Mereka menggunakan peralatan dari logam, seperti peralatan berburu, bercocok
tanam, peralatan rumah tangga, dan lain-lain, tetapi tidak semua masyarakat
dapat membuat peralatan itu.
Membuat
peralatan dari logam membutuhkan keahlian. Orang yang ahli membuat peralatan
logam disebut undagi, tempat pembuatannya disebut perundagian. Beberapa contoh
alat dari perunggu adalah kayak corong, nekara, bejana perunggu. Alat-alat ini
ditemukan diberbagai daerah di Indonesia.
Peradaban
bangsa Indonesia semakin maju dan berkembang estela datangnya pengaruh Hindu
dan Budha ke Indonesia. Pengaruh tulisan dari budaya Hindu Budha membawa dampak
besar bagi peradaban Indonesia, yaitu memasuki masa sejarah (masa mengenal
bahasa tulis). Salah satu hasil budaya tulis di Indonesia adalah prasasti.
Huruf yang dipakai dalam prasasti yanng ditemukan Sejak tahun 400M adalah
Pallawa dan bahasa Sanksekerta. Kemampuan baca tulis masyarakat Indonesia
lama-kelamaan berpengaruh dalam bidang kesustraan, yaitu munculnya banyak
kitab-kitab kuno ini dapat ditelusuri peradaban bangsa Indonesia terutama dalam
masa kerajaan. Peradaban bangsa semakin berkembang dengan masuknya pengaruh
Islam dan masuknya pengaruh Islam dan masuknya peradaban bangsa Barat Eropa,
termasuk pengaruh agama Kristen Katolik. Dewasa ini, pengaruh peradaban global
semakin kuat akibat kemajuan bidang komunikasi dan informasi.
2.3. Problematika
peradaban pada kehidupan manusia
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dalam kehidupan
dibumi, manusia dan bumi itu sendiri mengalami evolusi. Budaya yang merupakan
hasil dari kebiasaan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari mengalami
perubahan atau berevolusi. Berubah dari zaman ke zaman yang didukung dengan
perkembangan IPTEK serta kebutuhan manusia akan hidupnya. Hal tersebut akan
mempengaruhi bentuk peradapan dalam kehidupan manusia khususnya dalam kehidupan
sosial dan budaya. Dalam kehidupan global adanya ketidak seimbangan pertumbuhan
sosial membuat kehidupan sosial budaya ini mengalami naik turun atau dinamika.
Sehingga memunculkan berbagai permasalahan peradaban pada kehidupan manusia itu
sendiri.