Kata
Pengantar
Segala
pujibagi Allah SWT, karena rahmat perlidungannya serta izinnyalah kami dapat
menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Populasi dan Komunitas”. Makalah ini
disusun untung menunjanga perkuliahan di UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO pada mata
kuliah Pengetahuan lingkungan.
Makalah
ini menjelaskan mengenai kehidupan dalam bentuk populasi dan komunitas. Dalam
menyusun makalah ini kami menggabungkan pemikiran-pemikiran kami mengenai
masalah yang kami bahas. Kami menyadari bahwa yang kami susun ini sepenuhnya
masih ada kekurangan. Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk
kedepannya agar kami dapat menyusun makalah lebih baik lagi.
Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi khususnya bagi kami dan bagi umumnya
pembacanya
Gorontalo, maret 2015
Penulis
Kelompok II
i
Daftar
Isi
Kata Pengantar ………………………………………… i
Daftar Isi ………………………………………… ii
Bab I
1.1.Latar
belakang ………………………………………... 1
1.2.Rumusan
masalah ………………………………………… 1
1.3.Tujuan ………………………………………… 2
Bab II
2.1. pengertian
populasi dan komunitas ………………………………… 3
2.2. sifat-sifat pada populasi ………………………………… 3
2.3. pola penyebaran
pada populasi dan komunitas ………………………... 7
2.4. interaksi pada
populasi yang membentuk komunitas ………………… 9
Bab III
3.1. Kesimpulan ………………………………………………………… 12
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Ekologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari
tentang hubungan makluk hidup dan lingkungannya. Bumi memiliki banyak sekali
jenis-jenis mahkluk hidup, mulai dari tumbuhan dan binatang yang sangat
kompleks hingga organisme yang sederhana seperti jamur, amuba dan bakteri.
Meskipun demikian semua mahkluk hidup tanpa kecuali, tidak bisa hidup
sendirian. Masing-masing tergantung pada mahkluk hidup yang lain ataupun benda
mati di sekelilinganya.
Ruang Lingkup Kajian Ekologi adalah untuk memahami
batas-batas ruang lingkup kajian ekologi terlebih dahulu perlu dipahami
bagaimana sistem kehidupan di muka ini tersusun dari sistem kehidupan terbesar
(biosfer) sampai ke dalam sistem kehidupan terkecil. Antara makhluk hidup satu
dengan yang lain akan selalu terjadi interaksi
Ekosistem tersusun atas komponen-komponen yang saling
berinteraksi satu dengan yang lainnya. Komponen itu membentuk satuan-satuan
organism kehidupan. Antara individu yang
satu dengan lainnya dalam satu daerah akan membentuk populasi. Selanjutnya, antara populasi yang satu dengan yang
lainnya dalam satu daerah akan terjadi interaksi membentuk komunitas
1.2.
Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian Populasi dan Komunitas?
2. Sifat
yang dimiliki oleh populasi?
3. Bagaimana
pola penyebaran populasi dan komunitas?
4. Bagaimana
Interaksi antara populasi yang membentuk komunitas?
1
1.3.Tujuan
1. Dapat
mengetahui definisi dari populasi dan komunitas
2. Dapat
mempelajari sifat dalam lingkup populasi
3. Dapat
mempelajari pola penyebaran populasi yang membentuk komunitas
4. Dapat
menjelasakan interaksi populasi dan komunitas
2
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Populasi dan Komunitas
2.1. a. Pengertian Populasi
Populasi
berasal dari bahasa latin yaitu populous
= rakyat, berarti penduduk. Didalam pelajaran ekologi, populasi adalah
sekelompok individu yang sejenis. Apabila kita membicarakan populasi, haruslah
disebut jenis individu yang dibicarakan dengan menentukan batas – batas
waktunya serta tempatnya. Jadi, populasi adalah Kumpulan individu sejenis yang
hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu.
Populasi adalah sekelompok makhluk hidup
dengan spesies yang sama, yang hidup pada suatu wilayah yang sama dalam kurun
waktu yang sama pula. Misalnya saja tanaman padi di persawahan begitu juga
dengan perumputan atau serangga yang ada. Ahli ekologi memastikan dan
menganalisis jumlah dan pertumbuhan dari populasi serta hubungan antara
masing-masing spesies dan kondisi lingkungan.
2.1.b.
Pengertian Komunitas
Komunitas
ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah
tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas
memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan
individu dan populasi.
3
Dalam
tingkatan komunitas ciri, sifat dan kemampuannya lebih tinggi dari populasi
misalnya dalam hal interaksi. Dalam komunitas bisa terjadi interaksi antar
populasi, tidak hanya antar individu-spesies seperti pada populasi. Hubungan
antar populasi ini menggambarkan berbagai keadaan yaitu bisa saling
menguntungkan sehingga terwujud sutau hubungan timbal balik yang positif bagi
kedua belah pihak (mutualisme). Sebaliknya bisa juga terjadi hubungan salah satu
pihak dirugikan (parasitisme).
Yang
harus diperhatikan bila suatu komunitas sudah terbentuk, maka populasi-populasi
yang ada haruslah hidup berdampingan atau bertetangga satu sama lainnya. Dalam
biosistem komunitas ini berasosiasi dengan komponen non hidup (abiotik)
membentuk suatu ekosistem.
2.2.
Sifat-sifat pada Populasi
1.
Kerapatan
atau kepadatan.
Kerapatan
lazim digunakan pada tumbuhan, sedangkan kepadatan biasanya digunakan pada
manusia. Populasi organisme pada suatu daerah tidak akan tetap dari waktu ke
waktu berikutnya. Jika jumlah populasi suatu jenis berubah, kepadatan
populasinya juga akan berubah. Ada dua hal yang mempengaruhi perubahan
kepadatan populasi organisme pada suatu daerah.
-
Adanya
individu yang datang, yaitu individu yang lahir dan yang datang dari tempat
lain atau imigrasi.
-
Adanya individu yang pergi, yaitu individu yang mati daan
yang pergi pindah ke tampat lain atau emigrasi.
4
-
Apabila
luas suatu daerah tetap dan jumlahnya individu yang datang lebih besar daripada
yang pergi maka kepadatan populasi akan mengecil. Pada suatu daerah yang
tersedia cukup ruang dan makanan akan cenderung mendorong bertambahnya jumlah
individu. Hal itu akan meningkatkan jumlah populasi sekaligus meningkatkan
kepadatan populasi. Meningkatnya jumlah populasi organisme pada suatu daerah
akan menyebabkan terjadinya pertumbuhan populasi. Pertumbuhan populasi akan
terus berlangsung selama lingkungan mampu menunjang kehidupan. Apabila populasi
sudah mencapai titik maksimum atau melebihi daya dukung lingkungan akan menurun.
Kecepatan pertumbuhan populasi pada
dasarnya bergantung pada rasio antara natalitas dengan mortalitas. Apabila
natalitas lebih besar dari pada mortalitas, pertumbuhan populasinya meningkat.
Apabila natalitas lebih kecil dari pada mortalitas, pertumbuhan populasinya
menurun.
2.
Natalitas
(angka Kelahiran)
Natalitas
atau angka kelahiran adalah angka yang menunjukkan jumlah individu baru yang
menyebabkan populasi bertambah per satuan waktu. Dengan demikan, meningkatnya
natalitas merupakan faktor pendorong meningkatnya pertumbuhan populasi.
5
3.
Mortalitas
(angka Kematian)
Mortalitas
atau angka kematian adalah angka yang menunjukkan jumlah pengurangan individu
per satuan waktu. Terjadinya kematian merupakan salah satu faktor utama yang
mengontrol ukuran suatu populasi. Populasi organisme pada suatu ekosistem
senantiasa mengalami perubahan. Perubahan tersebut ada yang tampak jelas dan
ada pula yang tidak jelas.
Bentuk
pertumbuhan, Penyebaran umur dan perkembangan populasi. Penyebaran umur
merupakan cirri atau sifat penting populasi yang mempengaruhi natalitas dan
mortalitas. Karena itu suatu populasi menentukan status reproduktif yang sedang
berlansung dari populasi dan menyatakan apa yang dapat diharapkan pada masa
mendatang. Biasanya populasi yang sedang berkembang cepat mengandung sebagian
besar individu – individu muda, populasi yang stasioner memiliki umur yang
lebih merata dan populasi yang menurun akan mengandung sebagian besar individu
–individu yang berumur tua. Jika dikaji lebih dalam maka terdapat tiga umur
ekologi yaitu prereproduktif, reproduktif dan posreproduktif.
4.
Perluasan
atau penyebaran populasi.
Perluasan
atau penyebaran populasi adalah gerakan individu – individu atau anak –
anaknya kedalam atau keluar darerah dari populasi. Ada tiga bentuk penyebaran
populasi yaitu sebagai berikut:
-
Emigrasi yaitu gerakan keluar atau kepergian individu keluar dari
batas – batas tempat populasi sehingga populasinya berkurang.
-
Imigrasi yaitu gerakan kedalam batas – batas tempat populasi,
sehingga populasi bertambah.
-
Migrasi yaitu berangkat (pergi) dan dating (kembai) secara periodik.
6
5.
Mempunyai
sifat – sifat genetik yang berhubungan secara lansung dengan ekologi, yaitu :
beradaptasi, keserasian, reproduktif dan ketahanan.
2.3.
Macam-macam penyebaran pada populasi dan
komunitas
Pola penyebaran bergantung pada sifat fisikokimia lingkungan
maupun keistimewaan biologis organisme itu sendiri. Keragaman tak terbatas dari
pola penyebaran demikian yang terjadi dalam alam secara kasar dapat dibedakan
menjadi tiga kategori yaitu
1. Penyebaran teratur atau seragam,
dimana individu-individu terdapat pada tempat tertentu dalam komunitas.
Penyebaran ini terjadi bila ada persaingan yang keras sehingga timbul kompetisi
yang mendorong pembagian ruang hidup yang sama.
2. Penyebaran secara acak (random),
dimana individu-individu menyebar dalam beberapa tempat dan mengelompok dalam
tempat lainnya. Penyebaran ini jarang terjadi, hal ini terjadi jika lingkungan
homogen.
3. Penyebaran berkelompok/berumpun
(clumped), dimana individu-individu selalu ada dalam kelompok-kelompok dan
sangat jarang terlihat sendiri secara terpisah. Pola ini umumnya dijumpai di
alam, karena adanya kebutuhan akan faktor lingkungan yang sama.
Populasi
cenderung diatur oleh komponen-komponen fisik seperti cuaca, arus air, faktor
kimia yang membatasi pencemaran dan sebagainya dalam ekosistem yang mempunyai
keanekaragaman rendah atau dalam ekosistem yang menjadi sasaran
gangguan-gangguan luar yang tidak dapat diduga, sedangkan dalam ekosistem yang
mempunyai keanekaragaman tinggi, populasi cenderung dikendalikan secara biologi
dan seleksi alam.
7
Faktor
negatif ataupun positif bagi populasi adalah , Ketidaktergantungan pada
kepadatan (density independent), apabila pengaruhnya tidak tergantung dari
besarnya populasi. Contohnya iklim sering kali, tetapi tidak berarti selalu.
Ketergantungan pada kepadatan (density dependent), apabila pengaruhnya pada
populasi merupakan fungsi dari kepadatan. Contohnya faktor biotik (persaingan,
parasit, dan sebagainya) tetapi tidak selalu.
Populasi
dapat konstan dapat pula berfluktuasi atau dapat pula meningkat atau menurun
terus. Perubahan-perubahan demikian merupakan fokus utama ekologi populasi.
Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh empat faktor yang saling mempengaruhi,
yaitu kelahiran (natality), kematian (mortality) dan migrasi (emigrasi dan
imigrasi).
Dalam penyebarannya
individu-individu itu dapat berada dalam kelompok-kelompok, dan
kelompok-kelompok itu terpisah antara satu dengan yang lain. Pemisahan
kelompok-kelompok itu dapat dibatasi oleh kondisi geografis atau kondisi cuaca
yang menyebabkan individu antar kelompok tidak dapat saling berhubungan untuk
melakukan tukar menukar informasi genetik. Populasi-populasi yang hidup secara
terpisah ini di sebut deme. Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa populasi merupakan totalitas
semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif
maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan
yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya.
8
2.4.
Interaksi antar Populasi yang membentuk
Komunitas
Interaksi antara
populasi yang satu dengan yang lain dalam suatu areal tertentu membentuk
komunitas. Contoh komunitas adalah komunitas hutan hujan tropik yang di
dalamnya terdapat berbagai populasi tumbuhan,reptilian, burung, mamalia,
mikroorganisme, cacing moluska.Interaksi antarmakhluk hidup biasanya akan
membentuk hubungankhusus yang berpengaruh secara nyata terhadap persebaran dan
kepadatannya.
Ada
beberapa macam interaksi antarsesama makhluk hidup. Interaksi tersebut dapat
terjadi, baik antarindividu dalam populasi ataupun antarindividu berbeda
populasi atau barbeda jenis (spesies). Bentuk interaksi tersebut dapat berupa
saling merugikan, saling menguntungkan, atau hanya salah satu saja yang
diuntungkan. Berkut ini adalah beberapa bentuk interaksi antarspesies dalam
suatu komunitas.
1.
Kompetisi
Kompetisi
adalah bentuk interaksi dua makhluk hidup yang mengakibatkan kedua makhluk
hidup tersebut mengalami kerugian. Kebutuhan hidup yang sering diperebutkan
tersebut, antara lain makanan, tempat berlindung, tempat bersarang, sumber air,
dan pasangan untuk kawin. Bentuk kompetisi yang terjadi dapat berupa kompetisi
intraspesifik, yaitu kompetisi di antara anggota spesies yang sama dan
kompetisi interspesifik, yaitu kompetisi di antara anggota yang berbeda spesies,
persaingan antarindividu dalam spesies penting arinya untuk mengatur populasi
spesies tersebut.
9
2.
Predasi
Di
dalam sebuah interaksi antarmakhluk hidup terdapat hubungan satu spesies
memakan yang lain. Dalam hal ini, konsumernya disebut predator, sedangkan
spesies yang dimakan dikenal sebagai mangsa. Predator (Latin, praeda = mangsa)
adalah makhluk hidup yang memperoleh sumber-sumber yang diperlukan dengan
memakan makhluk hidup lain. Jika yang dimangsa adalah produser, maka bentuk
interaksi itu disebut herbivori, sedangkan hewan yang memakan produser disebut
herbivor.
3.
Simbiosis
Hubungan
yang dekat antara dua spesies makhluk hidup berbeda disebut simbiosis yang
berarti hidup bersama. Interaksi simbiotik meliputi bentuk parasitisme,
komensalisme, dan mutualisme.
a)
Parasitisme
Parasitisme
merupakan bentuk interaksi yang dapat menyebabkan satu pihak mendapat
keuntungan, sedangkan pihak yang lain menderita kerugian. Suatu parasit dapat
memperoleh makanan atau sumber-sumber yang diperlukan dari tubuh makhluk hidup
lain, disebut inang atau hospes.
b) Komensalisme
Komensalisme
merupakan bentuk interaksi yang menyebabkan satu pihak mendapatkan keuntungan,
sedangkan yang lain tidak terpengarug (tidak diuntungkan maupun dirugikan).
Contoh interaksi komensalisme adalah
kehidupan
ikan remora dengan hiu.
10
c)
Mutualisme
Mutualisme
(Latin, mutuus = penukaran) merupakan bentuk interaksi yang menyebabkan kedua
spesies sama-sama mendapat keuntungan. Interaksi mutualisme kadang-kadang
disebut juga simbiosis obligat. Contohnya adalah pada proses penyerbukan bunga
(polinasi). Pada beberapa proses penyerbukannya dapat berlangsung oleh bantuan
beberapa serangga khusus,burung, atau kelelawar.
11
BAB
III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah
diuraikan oleh penulis dapat disimpulkan bahwa populasi adalah sekelompok makhluk hidup dengan
spesies yang sama, yang hidup pada suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu
yang sama pula
Sedangkan
yang dimaksud dengan komunitas adalah kumpulan dari berbagai populasi yang
hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan
mempengaruhi satu sama lain. Pola penyebaran pada populasi untuk membentuk
komunitas terbagi atas 3 cara yaitu penyebaran teratu, acak dan
rumpun/kelompok. Populasi yang membentuk suatu komunitas menjalin interaksi
satu sama lain yang akan mempengaruhi kehidupan.
12
Daftar Pustaka
Adnan
Kasry, Dkk. 2008. Buku Ajar Ekologi Perairan. Laboratorium Universitas Riau: Pekanbaru
Sastrawijaya, A.T., 2000, Pencemaran Lingkungan, Cet. II,
Rineka Cipta : Jakarta.
Soeriaatmadja, R.E., 1989, Ilmu Lingkungan, Edisi ke-IV,
ITB : Bandung.
Sipardi, I, 2003, Lingkungan Hidup dan Kelestariannya,
Cet. II, Alumni : Jakarta.
Slamet
Ryadi. 1981. Ekologi. Usaha Nasional: Surabaya
Zoer’aini
Djamal Irawan. 1996. Prinsip – Prinsip Ekologi Ekosistem. Sinar Grafika Offset:
Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar